Tiga Bulan Tiga Bintang

September 19, 2011 at 1:27 am (hikmah hidup)

I
Cinta akan datang dan pergi
secara tiba-tiba

Pertemuan dan perpisahan memang sudah kita kenal dalam kehidupan ini, namun bila pertemuan yang begitu singkat dan menjadikan hati merasa dekat,itulah yang luar biasa. Tak lepas itu dengan teman biasa,teman lama atau seseorang yang baru dikenal. Semua tak ada yang sia-sia dalam hidup ini pasti ada hikmahnya Allah menjadikan semuanya terjadi. Tuhan……apakah engkau mendengarkanku,guman Adi dalam hati. Karena kebimbangan yang dirasakan olehnya adalah fitrah yang terjadi pada manusia biasa lainnya,namun seakan dinding tebal dan seribu prajurit akan menghadangku bila kukatakan ini padanya ? tegas Adi dalam hatinya.
Ia menundukkan kepalanya “Ternyata aku tak kuasa mendengar tangisan sang bunga yang akan kehilangan tangkainya sebentar lagi .entah karena apa aku bisa menyayangi lebih dari yang lain. Akankah engkau memberi restu MU pada ku setelah semua ini terjadi, sedang aku sendiri telah berjanji tidak akan mengulangi kesalahanku yang lalu.
Kang Adi…..!mau pergi kemana, kata-kata itu seakan tidak membolehkan aku pergi begitu saja, “mmm Iya neng…tenang aja aku adalah jembatan penyebrangan untukmu sekarang”, jawabku seakan meyakinkan keberadaanku untuk bisa membuatnya tenang.
Desi nama gadis itu,yang membuatku sangat tenang dan bisa mengertikan aku, padahal aku tau mungkin saja ia akan jauh dariku. Awal pertemuan ku dengannya terjadi begitu singkat bahkan seakan lucu, Adi sendiri adalah seorang pelatih beladiri dan ia sekarang sedang menyelesaikan skripsi dan gemar sekali dunia beladiri, maklum ia sendiri sudah banyak belajar silat sejak ia kecil, dan banyak belajar silat-silat daerah.Tak heran bila ia sudah jadi atlet yang berbakat.
Sedang desi adalah murid barunya, usianya beda tujuh tahun dan lebih pantas ia anggap adik , ya memang betul, “adik seperguruan”. Desi sendiri tadinya hanya melihat dan mengantar temannya, Ani namanya.namun entah kenapa ketika Adi melatih Ani dengan penuh semangat,canda tawa dan begitu akrab seakan membuat hati desi langsung berkata “kang Adi boleh ga,saya ikut latihan”
Aku sendiri tersenyum dan sedikit heran…..boleh ! tapi aku sambil bilang apa ga ribet nih ko latihan beladiri pake rok entar kaya nari deh…,tapi ah dasar desi ia tetap saja ikut latihan.. hi..hi lucu gumanku dalam hati, gerakannya itu lho kaya purti solo yang peke kebaya,tapi ia sendiri malah senang melakukan aba-aba yang aku ucapkan.sikap heup,satu,dua,tiga. Hah cape juga ya latihannya,kita istirahat dulu ya,kataku sambil duduk. Sela-sela latihan Adi sempat melamun sejenak saat latihan ,ia ingat akan seseorang yang sangat berarti baginya, rencananya begitu indah,ia ingin melamar seorang wanita yang ia kenal sejak lima tahun lalu dan sudah sangat dekat sekali dengan keluarganya,sebentar lagi aku lulus dan aku tinggal cari kerja yang mapan terus dan segera melamar pujaan hatiku,kita berdua telah sepakat untuk hal itu. Tapi sayang semuanya kandas bak gelombang tsunami yang menyapu daratan Aceh tercinta begitulah hati Adi sekarang.
“Eh…kang ini gimana gerakanya,sahut ani seakan membangunkan lamunan ku tadi, bergegas Adi pun mempraktekkannya dengan sigap, membuat mereka berdua paham, kebetulan saja yang baru cuman mereka berdua, tapi Adi senang karena setidaknya ia dapat melupakan masalahnya yang ia lamunkan tadi. Ok adik-adik sampai disini latihannya kita akan lanjutkan minggu depan ya,pokonya kita akan lebih semangat dan jangan lupa jangan pake rok ya,,senyum ku sambil melirik ke desi. Ia pun membalas dengan senyuman yang khas,oh Tuhan engkau memberikan mereka berdua untuk aku bimbing baik mental dan jiwanya serta fisiknya semoga diberikan kekuatan untukku dan mereka sampai mereka mengerti apa itu beladiri yang sesungguhnya dalam kehidupannya.
Setelah beres latihan Ani dan Desi pulang ke kotsan mereka karena kebetulan mereka sekotsan. Desi bahagia sekali karena hari itu adalah latihannya yang pertama dan juga pertama kalinya dia masuk ke dunia bela diri yang bertentangan baget sama dunianya tapi ajakan sahabatnya Ani mampu meluluhkan persepsinya”Ngapain sich ikutan bela diri, kita kan wanita!!!”. Niat awal desi datang ke sekre bela diri yang sekarang mulai desi sukai hanya untuk mengantar sahabat dekatnya latihan, tapi ternyata Desi jadi jatuh cinta deh sama dunia bela diri itu. Di samping itu alasan Desi masuk ke bela diri itu adalah untuk menenangkan pikirannya. Desi seneng baget setelah latihannya yang pertama, setelah itu dia rajin banget latihan. Desi enjoy banget sama suasana dunia baru yang ia masuki karena semua orang di sana menerimanya dengan sangat hangat………..to be continued

Permalink Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.